Bojonegoro — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungadem turut menyukseskan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) yang dilaksanakan sebagai bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan rumah ibadah.
Dalam pelaksanaannya, seluruh pegawai KUA Kecamatan Kedungadem terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan. Tidak hanya menyasar masjid yang berada di pusat Kecamatan Kedungadem, kegiatan GEBER MAS juga menjangkau masjid di wilayah pelosok desa.

Kegiatan diawali dari Masjid At-Takwa di Kecamatan Kedungadem, kemudian dilanjutkan menuju wilayah pelosok hingga Masjid Miftahul Maghfiroh di Dusun Bunten. Masjid tersebut berada di salah satu wilayah terjauh dari pusat Kecamatan Kedungadem.
Keterlibatan KUA Kedungadem hingga wilayah pelosok menjadi bentuk nyata komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang merata bagi masyarakat. Bagi KUA Kedungadem, keberadaan masjid di pusat kecamatan maupun di pelosok desa memiliki kedudukan yang sama sebagai rumah ibadah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Kedungadem menyampaikan bahwa GEBER MAS tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan membersihkan masjid, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“GEBER MAS bukan hanya tentang membersihkan masjid, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan kepedulian terhadap rumah ibadah dan hadir bersama masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa perhatian dan pelayanan tidak hanya dirasakan oleh masjid yang berada di pusat kecamatan, tetapi juga oleh masjid-masjid yang berada di pelosok desa,” ungkap Kepala KUA Kecamatan Kedungadem.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat pelaksanaan ibadah, masjid juga menjadi ruang pembinaan keagamaan, pendidikan, silaturahmi, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan ibadah yang sehat, nyaman, dan memberikan ketenangan bagi jamaah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada momentum GEBER MAS saja. Kebersihan masjid harus menjadi budaya yang terus dijaga oleh bersama. Ketika masjid bersih dan nyaman, insyaallah masyarakat juga semakin nyaman untuk beribadah dan berkegiatan di dalamnya,” lanjutnya.
Lebih jauh, pelaksanaan GEBER MAS hingga Masjid Miftahul Maghfiroh di Dusun Bunten menunjukkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi KUA Kedungadem untuk hadir memberikan perhatian kepada masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen KUA Kedungadem untuk terus memberikan pelayanan keagamaan secara inklusif dan merata kepada seluruh masyarakat di wilayah kerjanya.
“Kami ingin membangun pemahaman bahwa tidak ada masjid yang terlalu jauh untuk mendapatkan perhatian. Selama berada di wilayah kerja Kecamatan Kedungadem, semuanya merupakan bagian dari masyarakat yang menjadi tanggung jawab pelayanan kami,” tegas Kepala KUA.

Kegiatan GEBER MAS sekaligus menjadi momentum bagi KUA Kedungadem untuk memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi dan bimbingan keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi umat.
Dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan pemerataan pelayanan, KUA Kecamatan Kedungadem berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, dari pusat Kecamatan Kedungadem hingga pelosok desa.



