KEDUNGADEM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungadem terus menggencarkan edukasi kepada generasi muda terkait pentingnya kesiapan dalam membangun rumah tangga. Kali ini, kegiatan pembinaan digelar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum dengan melibatkan para santri sebagai peserta utama. (Senin 09 Maret 2026)
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut merupakan bagian dari program The Most KUA–Move for Sakinah Maslahah yang dilaksanakan selama bulan Ramadan. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat layanan bimbingan masyarakat dengan pendekatan yang lebih proaktif dan menjangkau langsung komunitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari KUA Kedungadem yang memberikan pembinaan kepada para santri.
“Terima kasih atas kehadiran dan materi yang diberikan oleh KUA Kedungadem. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung untuk ke depannya,” ujarnya.
Pada pertemuan kali ini, materi difokuskan pada upaya pencegahan pernikahan dini. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar KUA Kedungadem untuk menekan angka permohonan dispensasi kawin yang tercatat cukup tinggi di Kecamatan Kedungadem sepanjang tahun 2025.

Salah satu pemateri, Ahmad Dzikrullah Akbar, menjelaskan bahwa pernikahan dini memiliki berbagai risiko yang dapat berdampak pada ketahanan keluarga.
“Pernikahan dini meningkatkan risiko perceraian dalam rumah tangga, baik karena persoalan ekonomi maupun terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” katanya di hadapan para santri.
Ia menambahkan bahwa banyak pasangan muda yang belum memiliki kesiapan yang cukup dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, sehingga rentan mengalami konflik yang berujung pada perceraian.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kedungadem berupaya memberikan pemahaman kepada para santri bahwa pernikahan bukan hanya persoalan kesiapan fisik, tetapi juga membutuhkan kematangan mental, emosional, serta kemampuan ekonomi.
Pendekatan pembinaan yang dilakukan di lingkungan pesantren dinilai penting karena pesantren merupakan salah satu ruang sosial strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan pendekatan berbasis kelompok seperti ini, pesan pembinaan diharapkan lebih mudah diterima oleh para santri.
Momentum Ramadan juga dinilai memberikan ruang yang lebih kondusif bagi pelaksanaan pembinaan. Pada bulan suci ini, aktivitas keagamaan meningkat dan suasana refleksi spiritual di tengah masyarakat menjadi lebih kuat.
Sejalan dengan tema Ramadan 1447 H/2026 M, Joyful Ramadan Mubarak yang diusung Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, kegiatan pembinaan keluarga oleh KUA diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat, matang, dan berkualitas.
Melalui program The Most KUA–Move for Sakinah Maslahah, KUA Kedungadem menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan dan pesantren, guna memperkuat pemahaman tentang keluarga sakinah serta mencegah praktik pernikahan dini di kalangan remaja.









