BRUS KUA Kedungadem Hadir di MA Sunan Drajat, Tekankan Pencegahan Pernikahan Dini dan Pembentukan Remaja Sehat

KEDUNGADEM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungadem menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) sebagai bagian dari program The Most KUA-Move for Sakinah Maslahah selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Sunan Drajat pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Program BRUS tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran Kementerian Agama Kanwil Jawa Timur dalam rangka peningkatan layanan dan bimbingan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan terfokus pada pencegahan pernikahan dini serta pembentukan karakter remaja yang sehat secara lahir dan batin. Para siswa diajak memahami pentingnya kesiapan mental, emosional, pendidikan, serta ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pimpinan Madrasah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi proses pendewasaan siswa,” ujarnya di hadapan para peserta.

Salah satu fasilitator kegiatan, Dr. Bambang Utomo selaku penyuluh agama Islam, menekankan pentingnya kecerdasan dalam menyikapi perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa perkembangan dunia digital yang sangat pesat harus dimanfaatkan secara bijak.

“Perkembangan dunia digital yang sangat pesat jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan memberikan pengaruh negatif yang besar, khususnya kepada kemampuan otak generasi saat ini,” ujarnya.

Menurut pihak KUA Kedungadem, layanan pembinaan perkawinan dan keluarga tidak dapat hanya mengandalkan fungsi administratif di kantor, melainkan harus menjangkau masyarakat secara langsung. Karena itu, pendekatan layanan bergerak dan berbasis kelompok dinilai penting untuk memastikan pembinaan lebih proaktif, dialogis, dan partisipatif.

Melalui pola tersebut, KUA dapat hadir di ruang-ruang sosial yang telah berkembang, seperti sekolah, pesantren, majelis taklim, dan komunitas warga. Dengan demikian, pesan-pesan pembinaan lebih mudah diterima dan disesuaikan dengan karakteristik kelompok sasaran.

Momentum bulan Ramadan dinilai memiliki landasan sosiologis dan kultural yang kuat bagi pelaksanaan pembinaan keluarga. Pada bulan ini, aktivitas keagamaan meningkat, interaksi sosial lebih intensif, serta refleksi nilai dalam kehidupan keluarga dan masyarakat berlangsung lebih mendalam.

Kondisi tersebut menciptakan ruang sosial yang lebih reseptif terhadap pesan-pesan pembinaan. Karena itu, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat layanan KUA melalui program-program khusus seperti BRUS.

Melalui kegiatan ini, KUA Kedungadem berharap para remaja memiliki pemahaman yang lebih matang tentang perencanaan masa depan, mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan, serta tumbuh menjadi generasi yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah di masa mendatang.