KEDUNGADEM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungadem menutup rangkaian program The Most KUA–Move for Sakinah Maslahah selama bulan Ramadan dengan menggelar kegiatan pembinaan remaja di SMK Dirgahayu Pondok Pesantren Gemek Al-Fatihah, Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti oleh para siswa dan siswi sekolah tersebut. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya kesiapan membangun keluarga serta pemahaman nilai-nilai sakral dalam pernikahan sebagai bagian dari pembentukan generasi yang sehat secara lahir dan batin.
Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan layanan bimbingan masyarakat yang digagas oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur selama Ramadan. Kegiatan tersebut juga menjadi penutup rangkaian pelaksanaan program The Most KUA–Move for Sakinah Maslahah yang sebelumnya dilaksanakan di berbagai ruang sosial masyarakat, termasuk sekolah dan majelis taklim.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Gemek Al-Fatihah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran KUA dalam memberikan pembinaan kepada para pelajar sangat penting sebagai bekal dalam menghadapi masa depan.
“Terima kasih atas kehadiran dan materi yang diberikan oleh KUA Kedungadem. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung untuk ke depannya,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam sesi penyampaian materi, para narasumber menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan sosial, tetapi merupakan ikatan suci yang harus dipersiapkan secara matang.
Salah satu pemateri, Bambang Utomo, menjelaskan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, pernikahan merupakan mitsaqan ghalizhan atau perjanjian yang kuat dan sakral.
“Menikah adalah mitsaqan ghalizhan. Karena itu, persiapkan pernikahan sebaik dan semaksimal mungkin,” kata Bambang dalam pemaparannya di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan faktor usia, tetapi juga mencakup kematangan mental, tanggung jawab, serta kemampuan membangun hubungan keluarga yang harmonis.
Melalui kegiatan ini, KUA Kedungadem berupaya menghadirkan layanan pembinaan keluarga secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena memungkinkan interaksi yang lebih dialogis dan partisipatif dengan kelompok sasaran.
Dalam konteks pembinaan keluarga, Ramadan dinilai memiliki momentum yang kuat. Peningkatan aktivitas keagamaan serta suasana reflektif yang hadir selama bulan suci menjadi ruang yang kondusif untuk menyampaikan nilai-nilai pembinaan keluarga kepada generasi muda.
Sejalan dengan tema Ramadan 1447 H/2026 M, Joyful Ramadan Mubarak yang diusung Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kualitas hubungan keluarga.
Melalui program The Most KUA–Move for Sakinah Maslahah, KUA Kedungadem berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai makna pernikahan serta pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.









